Kamis, 19 April 2012

legenda dan sejarah el-classico

SPESIAL Liga Spanyol: Dari Abidal Sampai Zidane Untuk El Clasico

GOAL.com menyuguhkan sejumlah momen tak terlupakan pada laga El Clasico antara Barcelona dan Real Madrid.

 

Zinedine Zidane, Luis Enrique, 
Barcelona, Real Madrid, 2002 (Getty Images)
Laga El Clasico yang dinanti-nanti kembali lagi!
Pertemuan Barcelona dan Real Madrid selalu menyuguhkan hiburan, kekuatan para pemain bintang, kontroversi, serta berbagai momen magis yang tak terlupakan. Laga yang akan digelar di Camp Nou akhir pekan nanti menambah ketegangan untuk menentukan juara La Liga, dan insiden-insiden seru diperkirakan bakal terjadi.
Kedua klub telah bertemu lebih dari 200 kali dalam laga resmi dan mendekati kurun waktu 100 tahun. Waktu pun telah menjadi saksi berbagai kejadian luar biasa dan menakjubkan ketika kedua raksasa ini bertemu.
Mulai dari kepala babi yang melayang hingga pesta gol, GOAL.com memberikan panduan lengkap tentang El Clasico.

Abidal Kembali di Clasico

Eric Abidal, yang saat ini masih dalam pemulihan transplantasi hati, naik meja operasi untuk mengobati tumor di belakang hatinya pada Maret 2011. Laga pertamanya usai operasi adalah menjadi pemain pengganti di menit-menit terakhir pertemuan Barcelona dan Madrid di leg kedua semi-final Liga Champions musim lalu yang berakhir dengan skor 1-1.

Standing ovation di Bernabeu

Ronaldinho bergabung dengan Diego Maradona dan Alessandro Del Piero sebagai pemain yang mendapat standing ovation langka dari publik Santiago Bernabeu ketika dirinya mencetak dua gol dan membawa Barca menang 3-0 di Madrid pada 2005 lalu.

Gol pertama Cristiano Ronaldo ke gawang Barca


Setelah gagal dalam enam upaya sebelumnya, Cristiano Ronaldo akhirnya mencetak gol pertamanya dalam laga resmi menghadapi Barcelona, 16 April 2011 pada laga yang berakhir imbang 1-1 di Bernabeu. Sejak saat itu, dia berhasil mencetak empat gol lagi ke gawang Barca, termasuk gol kemenangan pada final Copa del Rey tahun lalu.

Di Stefano dan 18 golnya

Alfredo Di Stefano, yang nyaris bergabung dengan Barcelona sebelum akhirnya mendarat di Madrid, masih menjadi topskor sepanjang sejarah Clasico dengan torehan 18 gol: 14 di La Liga, dua di Copa del Rey serta dua di kompetisi Eropa.

11-1

Margin kemenangan terbesar dari kedua tim adalah ketika Madrid membantai Barca 11-1 di leg kedua semi-final Copa del Generalisimo (sekarang Copa del Rey) pada 1943. Madrid kalah 3-0 di leg pertama.

Transfer pertama dari Barca ke Madrid

Mei 1902, Alfonso Albeniz menjadi pemain pertama yang meninggalkan Barcelona untuk bergabung ke Madrid. Sementara, Luciano Lizarraga adalah pemain pertama yang hengkang dari Madrid ke Barca pada 1905.

Rekor gol

Setelah berhasil menjaringkan 107 gol di ajang La Liga musim ini, Madrid membutuhkan satu gol lagi untuk mencetak rekor baru klub maupun liga sebagai torehan gol terbanyak dalam satu musim. Catatan gol terbaik Barcelona selama satu musim adalah 105. Saat ini mereka telah membukukan 96 gol. Sementara itu, Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo mencatat rekor pribadi baru di La Liga dengan 41 torehan golnya di kompetisi.

Madrid unggul dalam head-to-head

Barcelona dan Madrid telah bertemu sebanyak 217 kali di seluruh kompetisi. Saat ini Madrid masih unggul dalam head-to-head dengan 86 kemenangan, di mana Barca mencatat 85 kemenangan. Namun, jika hanya merujuk pada catatan di La Liga, Los blancos mencatat 68 kemenangan, sedangkan Barca 'hanya' 64.

Iniesta si anti-Galactico


Karena sosoknya yang sederhana dan tidak mencolok, Andres Iniesta disebut sebagai anti-Galactico oleh pers Catalan. Ini adalah kritik terhadap kebijakan Madrid yang hanya mendatangkan pemain-pemain high profile dan populer pada masa kepemimpinan Florentino Perez di Bernabeu.

Johan Cruyff dan skuad Dream Team

Johan Cruyff tidak bisa dilepaskan dari skor akhir 5-0 dalam Clasico. Ketika masih menjadi pemain pada 1974 lalu, dia membawa Barca menang lima gol tanpa balas di Santiago Bernabeu. Sebagai pelatih di tahun 1994, dia memimpin skuad Dream Team menang 5-0 di kandang sendiri. Tapi, dia juga menelan kekalahan dengan skor serupa pada Clasico 1995 di Madrid.

Gol 22 detik Karim Benzema

Pada pertemuan terakhir, 10 Desember 2011 lalu, Karim Benzema mencetak gol tercepat sepanjang sejarah Clasico ketika dia menjebol gawang Victor Valdes setelah laga baru berjalan 22 detik. Duo Madrid Enrique Mateos dan Giovanni, serta pemain Barca Francisco Carrasco juga pernah mencetak gol di menit pertama pada laga-laga di masa silam.

Laudrup sang maestro

Michael Laudrup bukan saja pernah bermain untuk Barcelona dan Madrid, tapi dia pun terlibat dalam kemenangan 5-0 Clasico... untuk masing-masing tim. Dia membantu pasukan Catalan menggilas Madrid dengan skor itu pada Januari 1994, namun dia melakukan hal yang sama ketika Los Blancos menang 5-0 atas Barca, Januari 1995. Dia adalah satu-satunya pemain yang berhasil merengkuh lima gelar La Liga secara berturut-turut bersama dua klub berbeda.

Messi incar rekor Cesar Rodriguez


Lionel Messi baru saja memecahkan rekor lama Cesar Rodriguez sebagai topskor sepanjang masa Barcelona di semua laga resmi. Namun, Rodriguez masih menjadi topskor sepanjang sejarah Clasico dengan torehan 14 gol (12 di La Liga dan dua di Copa del Rey), sementara Messi terpaut satu gol dengan koleksi 13 gol (delapan di La Liga dan dua di Liga Champions).

Nihil gol

Dalam 217 pertandingan resmi, hanya delapan laga Clasico yang berakhir dengan skor 0-0, dan semua terjadi di ajang La Liga. 1973 menjadi tahun di mana kedua Clasico berakhir tanpa gol.

Terdepak dari Eropa

Barcelona menjadi tim pertama sepanjang sejarah yang berhasil mendepak Real Madrid dari kompetisi Eropa ketika armada Catalan mengakhiri dominasi Madrid sebagai jawara kontinental selama lima tahun. Itu terjadi ketika Barca mengeliminasi Madrid di putaran pertama dengan agregat 4-3.

Kepala babi


Meskipun terdapat 26 transfer pemain antara Barca dan Madrid, kepindahan Luis Figo di tahun 2000 menjadi yang paling kontroversial. Ketika dia kembali menginjakkan kaki di Camp Nou pada 2002, pemain yang dijuluki 'Judas' oleh pendukung setia Blaugrana, dia menjadi sasaran pelemparan berbagai benda, termasuk kepala babi.

Quini, Hugo Sanchez & Cristiano Ronaldo

Apa yang menjadi kesamaan dari tiga pemain ini? Quini adalah pemain terakhir Barca yang berhasil mempertahankan trofi Pichichi (1981 & 82), sementara Hugo Sanchez melakukan hal yang sama bersama Madrid selama tiga tahun berturut-turut (1985 hingga 88). Cristiano Ronaldo bisa menjadi pemain pertama yang mempertahankan penghargaan tersebut sejak Sanchez jika dia finis sebagai topskor di musim ini.

Rekor Raul v Barca

Raul adalah pencetak gol terbanyak kedua di ajang Clasico, setelah Di Stefano, dengan torehan 15 gol (11 di La Liga, tiga di Piala Super Spanyol dan satu di Liga Champions). Cesar Rodriguez, Francisco Gento dan Ferenc Puskas melengkapi peringkat lima besar dengan masing-masin torehan 14 gol.

Quadruple Samitier

Josep Samitier adalah pemain pertama yang mencetak empat gol dalam sebuah laga Clasico. Dia melakukan itu untuk Barcelona dalam kemenangan 5-1 pada April 1926. Sejak saat itu, empat pemain lain berhasil melakukan hal serupa: Ildefonso Sanudo (Madrid) pada kemenangan 8-2 di 1935; Marti Ventolra (Barca) pada kemenangan 5-0, juga di tahun 1935; Barinaga (Madrid) pada kemenangan 11-1 di 1943; serta Eulogio Martinez (Barca) saat mencatat kemenangan 6-1 di 1957.

The Special One v The Philosopher


Rekor Jose Mourinho (bersama Chelsea, Inter Milan dan Madrid) menghadapi Barca adalah empat kemenangan, tujuh hasil imbang dan sembilan kekalahan dengan torehan 24 gol serta kebobolan 34. Sedangkan rekor Pep Guardiola menghadapi Madrid adalah sembilan kemenangan, empat hasil imbang dan satu kekalahan dengan torehan 32 gol dan kebobolan 13.

Rekor tak terkalahkan

Saat ini Barcelona memiliki catatan terbaik atas Madrid di La Liga. Armada Catalan belum pernah kalah dari rival abadi mereka dalam tujuh pertemuan terakhir di liga. Rekor terbaik Los Blancos atas Barca juga tercatat dalam tujuh laga.

Valdes v Casillas

Kiper Barcelona Victor Valdes sukses meraih empat trofi Zamora, dan kini membutuhkan satu trofi lagi untuk menyamai rekor yang pernah dicatat mantan kiper Blaugrana Antoni Ramallets. Iker Casillas hanya pernah memenangkan trofi itu satu kali. Jelang Clasico Sabtu nanti, Valdes tercatat kebobolan 23 gol dalam 32 laga sementara Casillas kebobolan 29 gol dalam 33 laga.

Tak pernah menang dalam 14 laga

Selain memiliki catatan terburuk atas Barca di La Liga saat ini, Madrid yang tidak pernah menang dalam 14 pertemuan dengan kubu Catalan, juga mencatat sejarah kekalahan terburuk. Madrid belum mampu mengalahkan Blaugrana dalam kurun 90 menit pertandingan dalam 14 laga berturut-turut.

Xavi si raja assist

Playmaker Barcelona Xavi telah tampil dalam 30 laga Clasico, dengan torehan empat gol dan delapan assist. Namun, dari kedelapan assist tersebut, empat dilakukannya dalam satu pertandingan: kemenangan 6-2 di Bernabeu, Mei 2009 lalu. Dia memberikan satu assist untuk Carles Puyol dan Thierry Henry, serta dua assist untuk Messi.

Tahun 1902

Pada 13 Mei 1902, laga pertama antara Barcelona dan Madrid digulirkan, dimana skuad Catalan menang 3-1 dalam pertandingan persahabatan, berkat gol Udo Steinburg dan Joan Gamper (2) membatalkan keunggulan lawan lewat gol Arthur Johnson. Laga resmi pertama kedua klub terjadi pada Copa del Rey 1916, di mana Barca lagi-lagi menjadi pemenang.

Zidane menyapa Camp Nou

Menyusul rekor transfernya dari Juventus ke Madrid sebesar €75 juta pada 2001 lalu, Zinedine Zidane mencetak gol dalam dua pertandingan pertamanya di Camp Nou. Gol pertamanya atas Barca terjadi pada pertandingan yang berakhir dengan skor 1-1 pada Maret 2002. Hanya berselang lima pekan, dia kembali menjebol gawang Barca di Catalunya pada kemenangan 2-0 di Liga Champions.
 
 
 
 
 
goal.com

Selasa, 03 Januari 2012

Tertinggal Lebih Dulu, Real Madrid Akhirnya Kalahkan Malaga

Real Madrid membalikkan keadaan dengan mencetak tiga gol dalam waktu hanya sepuluh menit di babak kedua. 

Isco (L) of Malaga is tackled by Pepe of Real Madrid
Tertinggal dua gol lebih dahulu di babak pertama, Real Madrid akhirnya mampu mengalahkan Malaga 3-2 pertandingan pertama babak 16 besar Copa del Rey di Santiago Bernabeu, Rabu (4/1) dinihari WIB.

Los Blancos tampil impresif di babak kedua. Sami Khedira, Gonzalo Higuain, dan Karim Benzema menyelamatkan muka El Real di depan publik sendiri.

Kedua tim tampil menyerang sejak awal babak pertama. Saat pertandingan baru memasuki menit kesepuluh, Malaga membuat publik tuan rumah terkejut. Santi Cazorla mengirimkan umpan dari sisi kiri pertahanan Madrid dan sudah ada Sergio Sánchez yang siap menjebol gawang Iker Casillas.

Pada menit ke-29, publik Bernabeu kembali dibuat kaget dengan gol kedua Malaga yang dicetak Martín Demichelis. Lagi-Lagi Cazorla yang mengirimkan umpan melalui posisi yang sama, tendangan sudut.

Tertinggal dua gol membuat pasukan Jose Mourinho harus meningkat serangan di babak kedua. Kaka, Arbeloa, dan Jose Callejon ditarik keluar. Sementara Benzema, Khedira, dan Mesut Ozil dimasukkan untuk meningkatkan pola serangan.




Strategi Madrid ini berbuah hasil manis. Tepatnya pada menit ke-69, Khedira melakukan sebuah pergerakan di area pertahanan Malaga dan menceploskan bola ke jala Willy Caballero. Ini merupakan gol kedua pemain asal Jerman itu selama mengenakan seragam Madrid.

Madrid hanya butuh dua menit untuk bisa menyamakan kedudukan. Higuain berhasil memanfaatkan kesalahan Sanchez yang berniat mengembalikan bola kepada Caballero, namun berhasil disambar sang striker asal Argentina itu.

Pada menit ke-78, Benzema tampil sebagai penentu kemenangan setelah dirinya mampu memanfaatkan bola muntah hasil tendangan Cristiano Ronaldo.

Ronaldo sendiri sempat memperbesar keunggulan untuk tuan rumah, namun golnya melalui sebuah penampilan atraktik dengan membalikkan badan dianulir wasit karena sudah terperangkap dalam posisi off-side.

Kemenangan ini memberikan keuntungan untuk Madrid saat leg kedua digelar di La Rosaleda pada 10 Januari mendatang.



goal.com

Permainan Di Babak Pertama Bikin Jose Mourinho Kecewa

Mourinho mengatakan, kalau memungkinan dirinya akan mengganti semua pemain yang tampil di babak pertama.

Jose Mourinho - Real Madrid
Kemenangan 3-2 atas Malaga di pertandingan pertama babak 16 besar Copa del Rey di Santiago Bernabeu, Rabu (4/1) dinihari WIB, ternyata tidak membuat pelatih Jose Mourinho senang sepenuhnya.

Ada ganjalan yang masih dirasakannya hingga usai pertandingan. The Special One merasa permainan anak asuhnya di babak pertama membuat dirinya kecewa.

Mourinho bahkan mengatakan, kalau memungkinan, semua pemain yang tampil di babak pertama diganti.

Malaga unggul dua gol di babak pertama lewat Sergio Sanchez dan Martin Demichelis. Beruntung, tiga gol yang dilesakkan Sami Khedira, Gonzalo Higuain, dan Karim Benzema dalam waktu sepuluh menit di babak kedua memberikan kemenangan untuk Los Blancos.

"Saya katakan kepada para pemain di masa istirahat, kalau saya bisa melakukan 11 pergantian, maka saya bisa mengganti keseluruhan pemain di dalam tim," ujar Mourinho dalam sebuah konferensi pers usai pertandingan.

"Tapi, saya hanya bisa mengganti tiga pemain. Saya sebenarnya ingin melakukan itu sebelum masa istirahat, tapi tak urung saya lakukan."

Meski kecewa, Mourinho tidak mau menyalahkan beberapa atau semua pemainnya.

"Tiga pemain yang diganti tidak melakukan kesalahan apa pun dibandingkan pemain-pemain lain. Saya tidak ingin menyalahkan siapa saja," tambah Mou.


goal.com